Pada dasarnya Interpretasi Tes Psikologi adalah penggambaran hasil skor yang didapat dari tes psikologi menjadi simbol, angka atau huruf. Dan setiap pendekatan interpretasi tes psikologi berbeda tergantung dengan alat tes apa yang digunakan.
Interpretasi hasil pengukuran
mencakup beberapa hal, yaitu :
· Skor
dan nilai
· Skala
penilaian
· Pendekatan
penilaian
Hal pertama yang harus dijelaskan
terlebih dahulu adalah skor dan nilai. Hal ini didasarkan pada pertimbangnan
bahwa orang sering menganggap bahwa skor itu mempunyai pengertian yang sama
dengan nilai
PERBEDAAN ANTARA SKOR DAN NILAI
Skor
Skor adalah hasil perekerjaan
memberikan angka yang diperoleh dengan jalan menjumlahkan angka-angka bagi
setiap butir item yang oleh testee telah dijawab dengan benar, dengan
memperhitungkan bobot jawaban benarnya.
Nilai
Adapun yang dimaksud dengan nilai
adalah angka / huruf, yang merupakan hasil ubahan dari skor yang sudah
dijadikan satu dengan skor-skor lainnya, serta disesuaikan pengaturannya dengan
standar tertentu. Itulah sebabnya nilai sering disebut skor standar.
Nilai, pada dasarnya adalah angka
atau huruf yang melambangkan seberapa jauh atau seberapa besar kemampuan yang
telah ditunjukkan oleh testee terhadap materi atau bahan yang diteskan, sesuai
dengan tujuan instruksional khusus yang telah ditentukan. Nilai, pada dasarnya
juga melambangkan penghargaan yang diberikan oleh tester kepada testee atas
jawaban benar.
PENDEKATAN DALAM PENILAIAN
Untuk dapat melakukan evaluasi
harus dilakukan lebih dulu pengukuran dengan alat tes dan nontes. Hasil
pengukuran dapat menggambarkan derajat kualitas, kuantitas, dan eksistensi
keadaan yang diukur. Namun demikian hasil pengukuran ini belum memiliki makna
bila belum dibandingkan dengan suatu acuan atau bahan pembanding.
Penilaian Acuan Patokan (PAP)
Pada acuan ini sebelum penilaian
itu dilaksanakan harus ditetapkan lebih dulu patokan yang akan dipakai sebagai
pembanding terhadap semua hasil pengukuran. Patokan di sini merupakan suatu
patokan yang ditetapkan sebelumnya sebagai batas lulus atau dengan kata lain
tingkat penguasaan minimum. Patokan di sini bersifat tetap dan dapat juga
dipakai untuk kelompok lain atau subyek didik yang manapun.
Penilaian Acuan Norma
Pendidik yang menggunakan acuan
kelompok sebagai dasar penilaian, didasarkan atas[5]
1. Asumsi
psikologi, yakni pandangan yang menyadari bahwa tidak semua orang itu memiliki
kesamaan kemampuan, individu itu memiliki kemampuan yang beragam. Namun apabila
keragaman ini ditarik dari penelitian atas sejumlah sampel akan memberikan
gambaran yang membentuk distribusi norma.
2. Bahwa
tujuan evaluasi adalah untuk menentukan posisi relatif dari testee
Penilaian dengan acuan ini dapat
digunakan apabila pendidik menghadapi kurikulum yang bersifat dinamis, artinya
materi pelajaran yang dikembangkan selalu berubah sesuai dengan tuntutan
lingkungan dan tuntutan zaman, sehingga pendidik agak sulit menetapkan kriteria
benar dan salah secara kaku.
