Minggu, 01 Juni 2014

Interpretasi Tes Psikologi

Suatu interpretasi dapat merupakan bagian dari suatu presentasi atau penggambaran informasi yang diubah untuk menyesuaikan dengan suatu kumpulan simbol spesifik. Informasi itu dapat berupa lisan, tulisan, gambar, matematika, atau berbagai bentuk bahasalainnya. Makna yang kompleks dapat timbul sewaktu penafsir baik secara sadar ataupun tidak melakukan rujukan silang terhadap suatu objek dengan menempatkannya pada kerangka pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas.


Pada dasarnya Interpretasi Tes Psikologi adalah penggambaran hasil skor yang didapat dari tes psikologi menjadi simbol, angka atau huruf. Dan setiap pendekatan interpretasi tes psikologi berbeda tergantung dengan alat tes apa yang digunakan.

Interpretasi hasil pengukuran mencakup beberapa hal, yaitu :
·         Skor dan nilai 
·         Skala penilaian
·         Pendekatan penilaian 

Hal pertama yang harus dijelaskan terlebih dahulu adalah skor dan nilai. Hal ini didasarkan pada pertimbangnan bahwa orang sering menganggap bahwa skor itu mempunyai pengertian yang sama dengan nilai

PERBEDAAN ANTARA SKOR DAN NILAI

Skor
Skor adalah hasil perekerjaan memberikan angka yang diperoleh dengan jalan menjumlahkan angka-angka bagi setiap butir item yang oleh testee telah dijawab dengan benar, dengan memperhitungkan bobot jawaban benarnya.
Nilai 

Adapun yang dimaksud dengan nilai adalah angka / huruf, yang merupakan hasil ubahan dari skor yang sudah dijadikan satu dengan skor-skor lainnya, serta disesuaikan pengaturannya dengan standar tertentu. Itulah sebabnya nilai sering disebut skor standar.

Nilai, pada dasarnya adalah angka atau huruf yang melambangkan seberapa jauh atau seberapa besar kemampuan yang telah ditunjukkan oleh testee terhadap materi atau bahan yang diteskan, sesuai dengan tujuan instruksional khusus yang telah ditentukan. Nilai, pada dasarnya juga melambangkan penghargaan yang diberikan oleh tester kepada testee atas jawaban benar.

PENDEKATAN DALAM PENILAIAN

Untuk dapat melakukan evaluasi harus dilakukan lebih dulu pengukuran dengan alat tes dan nontes. Hasil pengukuran dapat menggambarkan derajat kualitas, kuantitas, dan eksistensi keadaan yang diukur. Namun demikian hasil pengukuran ini belum memiliki makna bila belum dibandingkan dengan suatu acuan atau bahan pembanding. 
Penilaian Acuan Patokan (PAP)

Pada acuan ini sebelum penilaian itu dilaksanakan harus ditetapkan lebih dulu patokan yang akan dipakai sebagai pembanding terhadap semua hasil pengukuran. Patokan di sini merupakan suatu patokan yang ditetapkan sebelumnya sebagai batas lulus atau dengan kata lain tingkat penguasaan minimum. Patokan di sini bersifat tetap dan dapat juga dipakai untuk kelompok lain atau subyek didik yang manapun.

Penilaian Acuan Norma
Pendidik yang menggunakan acuan kelompok sebagai dasar penilaian, didasarkan atas[5]
1.      Asumsi psikologi, yakni pandangan yang menyadari bahwa tidak semua orang itu memiliki kesamaan kemampuan, individu itu memiliki kemampuan yang beragam. Namun apabila keragaman ini ditarik dari penelitian atas sejumlah sampel akan memberikan gambaran yang membentuk distribusi norma.
2.      Bahwa tujuan evaluasi adalah untuk menentukan posisi relatif dari testee

Penilaian dengan acuan ini dapat digunakan apabila pendidik menghadapi kurikulum yang bersifat dinamis, artinya materi pelajaran yang dikembangkan selalu berubah sesuai dengan tuntutan lingkungan dan tuntutan zaman, sehingga pendidik agak sulit menetapkan kriteria benar dan salah secara kaku.

http://id.wikipedia.org/wiki/Interpretasi

Minggu, 25 Mei 2014

Analisis Film Se7en

            Setelah menonton Film Se7en, menurut saya gangguan kepribadian yang dialami oleh John Doe adalah Psikopat. Menurut Robert Hare, Ph.D. (1991), orang yang memiliki gangguan kepribadian psikopatik atau psikopat memiliki karakteristik pesona yang dangkal, rasa megah diri, perlu stimulasi/ rawan kebosanan, berbohong patologis, menipu/ manipulatif, kurangnya penyesalan atau rasa bersalah, respon emosi dangkal, kurang berperasaan/ empati, gaya hidup parasit, kurang control perilaku, kecerdasan verbal yang tinggi, perilaku seksual bebas, kurang realistis dalam tujuan jangka panjang, impulsif, tidak menerima tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri, banyak hubungan jangka pendek, mereka juga dapat lihai dalam memanipulasi orang lain dengan memainkan emosi mereka. Mereka banyak melakukan perencanaan, khususnya ketika merencanakan untuk melakukan kejahatan, yang bisa berlangsung bertahun-tahun. Di sisi lain, sosiopat cenderung tidak mampu mempertahankan hubungan, pekerjaan, dan sangat tidak teratur dan tidak menentu.

Jika melihat cirri-ciri diatas John Doe memiliki beberapa cirri tersebut, contohnya :

  • Megah diri : terlihat dalam percakapannya dengan David Mills (lebih mudah buatmu menyebutku gila, ini bukan sesuatu yang kuharapkan kau menerimanya, tapi aku tidak memilih, aku terpilih). 
  • Kurangnya rasa bersalah : ini jelas dialami oleh John Doe karena dia tidak sedikit pun merasa bersalah telah membunuh karena memiliki pandangan bahwa yang dia bunuh adalah orang-orang yang berdosa. 
  • Kurang realistis dalam tujuan jangka panjang : dia membunuh untuk memberikan contoh kepada orang lain cara untuk mengurangi orang-orang yang berdosa didunia. 
  • Kurang berperasaan/empati : terlihat dari luka-luka dan cara dia membunuh korban-korbannya dengan sangat sadis. 
  • Kecerdasan verbal : terlihat saat dia memancing amarah David Mills agar membunuhnya. 
  • Lihai memanipulasi orang lain : saat dia membuat David Mills mengikuti kemauannya untuk menuntaskan misinya dengan membunuhnya. 
  • Melakukan perencanaan dalam membunuh : dia merencanakan setiap pembunuhan dan meninggalkan teka-teki dalam setiap aksi pembunuhannya agar dipelajari motif dibaliknya sehingga dapat ditiru oleh orang lain. 
Teknik wawancara yang digunakan David Mills dan William Somerset dalam memecahkan motif pembunuhan berantai yang dilakukan John Doe adalah wawancara tertutup maksudnya adalah pertanyaan lebih spesifik dan tertuju pada sesuatu yang ingin diungkap.


Senin, 24 Maret 2014

Tes Individu dan Populasi Khusus dan Tes Minat


Tes individual (individual test), maksudnya adalah pada suatu waktu tertentu tester hanya menghadapi satu testee. Contohnya tes kepribadian Rorschach, TAT (Thematic Apperception Test), tes inteligensi WAIS (Wechsler Adult Intellegence Scale), tes inteligensi Stanford Binet, dan lain-lain.

Tes Intelegensi
Tes yang mengungkapkan intelegensi untuk mengetahui sejauh mana kemampuan umum seseorang untuk memperkirakan apakah suatu pendidikan atau pelatihan tertentu dapat diberikan kepadanya. Nilai tes intelegensi seringkali dikaitkan dengan umur dan menghasilkan IQ untuk mengetahui bagaimana kedudukan relative orang yang bersangkutan dengan kelompok orang sebayanya.

Sampai saat ini sudah banyak tes inteligensi yang disusun oleh para ahli baik tes intelegensi untuk anak-anak maupun orang dewasa, tes inteligensi yang disajikan secara individual maupun secara kelompok, tes verbal dan tes performansi, dan tes inteligensi untuk orang cacat khusus misalnya tuna rungu dan tuna netra.
Beberapa bentuk tes inteligeni antara lain ;
a. Tes inteligensi untuk anak-anak (tes Binet, WISC, WPPSI, CPM, CFIT skala 1 & 2, dan TIKI dasar).
b. Tes inteligensi untuk remaja - dewasa (TIKI menengah, TIKI tinggi, WAIS, SPM, APM, CFIT skala 3).
c. Tes inteligensi untuk tuna rungu (SON)

Tes Minat
Pada umumnya hasil tes minat digunakan dalam 4 bidang terapan yaitu konseling karier bagi siswa sekolah lanjutan, konseling pekerjaan bagi karyawan, penjurusan siswa sekolah lanjutan atau mahasiswa dan perencanaan bacaan dalam pendidikan dan latihan.

1. Konseling karier
2. Konseling pekerjaan
3. Penjurusan siswa
4. Perencanaan bacaan pendidikan

Macam-macam tes minat : SVIB (Strong Vocational Interest Blank), SCII (Strong Campbell Interest Inventory), KOIS (Kuder Occupational Interest Survey), MVII (Minnesota Vocational Interest Inventory) seperti SVIB, CAI (Career Assessment Inventory) seperti SCII . Pada SVIB edisi tahun 1966 terdapat 399 item yang mengukur 54 macam pekerjaan untuk pria. Bentuk yang lain digunakan khusus untuk 32 macam pekerjaan untuk wanita. SCII terdiri dari 437 macam pekerjaan, terdapat 6 faktor kepribadian yang berkaitan dengan minat yaitu realistic, investigative, artistic, social, interprising, konvensional.

Observasi foto menurut Teori Konformitas




Dari foto diatas saya menyimpulkan bahwa anak-anak tersebut bermain layang-layang karena teman-teman yang lain pun ikut memainkannya.
Ini terjadi karena adanya konformitas dalam kelompok anak tersebut.

David O Sears, dkk, (1995) : konformitas adalah perilaku yang dilakukan karena orang lain juga melakukannya. 

Minggu, 16 Maret 2014

Dasar-dasar tes Psikologi


Tes psikologis merupakan alat / instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan potensial psikologis subyek(potential ability).   Potential ability subyek adalah kemampuan yang tidak nyata yang berperan menunjang  kemampuan nyata (actual ability). Contoh potential ability ialah inteligensi (intelligence), bakat (aptitude), minat (attitude), kepribadian(personality), emosi (emotion), dan motivasi (motivation). Kemampuan nyata (actual ability) merupakan kemampuan yang menghasilkan suatu prestasi, seperti prestasi belajar, kinerja, karya seseorang dalam berbagai bidang (mekanik, seni,sastrapolitik, bisnis, pendidikan, dan sebagainya).
Menurut Anastasi dan Urbina (1998:3) tes psikologis pada dasarnya adalah alat ukur yang obyektif dan dibakukan (distandarisasikan) atas sampel perilaku tertentu. Standarisasi mengimplikasikan keseragaman cara dalam penyelenggaraan dan penskoran tes. Dalam rangka menjamin keseragaman kondisi-kondisi testing, penyusun tes menyediakan petunjuk-petunjuk yang rinci bagi penyelenggaraan setiap tes yang baru dikembangkan.
Conbach (1984:26) menyatakan tidak ada definisi tes yang dianggap tuntas, melainkan para ahli mendefinisikan tes menurut cara pandangnya sendiri-sendiri.  Cronbach (1984:27) cenderung memberikan definisi tes psikologis sebagai suatu prosedur yang distandardisasikan (standardization of procedure) yang digunakan tester untuk mengukur kemampuan potensi subyek.   Dalam pandangan ini, prosedur (procedure) diartikan sebagai tata cara  yang spesifik dan konkrit.

TES KEPRIBADIAN BERDASARKAN TEORI GALEN


Pembagian tempramen manusia menjadi Sanguin-Melankolis-Koleris-Plegmatis dicetuskan pertama kali oleh Hippocrates dan dipopulerkan Galen. Teori ini juga sering disebut Hippocrates-Galenus karena dua orang inilah yang paling getol menyebarkan teori empat tempramen. Kedua orang ini  sama-sama dokter dan filusuf, bedanya kehidupan mereka dipisahkan oleh rentang waktu yang sangat jauh, sekitar 500 tahun. Hippocrates hidup pada 460 SM sementara Galen hidup di tahun 160 M.
Karena sama-sama berlatar belakang dokter, maka teori yang dikenal sebagai The Four Temprament ini pada dasarnya memang tidak lepas dari unsur medis. Hippocrates membagi kepribadian manusia berdasarkan cairan dalam tubuh manusia,
  1. Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan chole (empedu kuning yang sifatnya kering). 
    Orang choleris adalah orang yang memiliki tipe kepribadian: hidup penuh semangat, keras, hatinya mudah terbakar, daya juang besar, optimistis, garang, mudah marah, pengatur, penguasa, pendendam, dan serius.
  2. Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan melanchole (empedu hitam yang sifatnya basah).
    Orang melancholis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian : mudah kecewa, daya juang kecil, muram, pesimistis, penakut, dan kaku.
  3. Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan sanguis atau darah yang sifatnya panas.
    Orang sanguinis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian : hidup mudah berganti haluan, ramah, mudah bergaul, lincah, periang, mudah senyum, dan tidak mudah putus asa.
  4. Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan phlegma (lendir yang sifatnya dingin)
    Orang phlegmatis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian : tidak suka terburu-buru, tenang, tidak mudah dipengaruhi, setia, dingin, santai dan sabar.
Teori ini kemudian diperjelas Galen yang pada intinya kepribadan dominan seseorang dipengaruhi tingkat cairan dalam tubuhnya. Jika orang tersebut memiliki banyak empedu hitam (melanchole) maka tempramen dominannya Melankolis.


http://wapannuri.com/a.karakter/tes-kepribadian-melankolis.html


Minggu, 09 Maret 2014

Psikodiagnostik dan Psikodifferensial

Psikodiagnostik

Berasal dari kata Psikologi dan Diagnosis. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa manusia melalui perilaku yang berinteraksi dengan lingkungan, hasil dari proses belajar terus-menerus sehingga perilaku tersebut menetap.
Sedangkan diagnosis berasal dari Greek, yaitu Gnosis yang berarti "knowledge from experience" (pengetahuan dari pengalaman). Diagnostik berarti mencari untuk mengalami suatu pengetahuan atau mencari tahu.
Jadi Psikodiagnostik adalah ilmu yang mempelajari atau mencari tahu perilaku manusia yang muncul.

Herman Rorschach adalah orang pertama yang mengenalkan Psikodiagnostik untuk memenuhi kebutuhan klinis yang bertitik tolak pada kepentingan abnormalitas melalui ink blot tes.

Kegunaan Psikodiagnostik  :

  • Klinis :  Untuk memeriksa, meneliti potensi klien, mendeteksi gangguan psikis. Di rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan mental.
  • Hukum :  membantu proses peradilan agar permasalahan psikologis yang dialami klien bisa menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Di peradilan, Lembaga pemasyarakatan dan tempat-tempat rehabilitasi.
  • Pendidikan dan Vocational selection :  pemilihan jurusan, rekruitmen pemilihan pekerjaan. Di perusahaan.
  • Penelitian :  merupakan pengembangan termasuk update alat-alat penelitian. Di perguruan tinggi
Tujuan Psikodiagnostik  :
  1. Memperoleh informasi yang sebanyak-banyaknya dalam aspek perkembangan intelektual, kepribadian, sosial, dan emosi.
  2. Dapat memahami kebutuhan individu secara optimal.
  3. Mengetahui kelemahan-kelemahan dan keunggulan-keunggulan agar kehidupannya dapat dimaksimalkan.
  4. Pemahaman terhadap individu merupakan sarana yang baik bagi keluarga atau lingkungan sosial untuk memberikan perlakuan yang tepat.
  5. Untuk penempatan pendidikan dan pekerjaan yang tepat.
  6. Untuk kepentingan bimbingan konseling.
  7. Sebagai bahan proses terapi bila di butuhkan.
Psikologi Differensial
Mempelajari tentang perbedaan-perbedaan kemampuan dan kegiatan dari individu. Setiap individu memiliki potensi dan kecakapan intelektual yang berbeda. Sebagian besar individu memiliki intelegensi yang tergolong normal, tetapi sebagian memiliki integensi tinggi dan sebagian lainnya rendah. Bakat individu berbeda-beda dan unik.

Sekian dan terimakasih



Rabu, 05 Maret 2014

Review Psikodiagnostik #1

Review pertemuan pertama Psikodiagnostik
Peraturan : Individu
1.)  Absensi min. 75% (izin, sakit, dkk) + telat 3x langsung dapat nilai D. Toleransi keterlambatan max. 30 menit, lebih dari itu diperbolehkan masuk tetapi tidak diabsen.

2.)  Tugas
  • Review setelah kuliah selesai, ditulis di blog dan di publikasikan di beri waktu max. 24 jam.
  • Membuat literatur di blog tentang materi yang akan di pelajari pada pertemuan selanjutnya dan di publikasikan di beri waktu 4 hari dan setelah selesai kuliah di komentari sesuai dengan apa yang didapat, dirasakan ataupun ada hal-hal lain yang berkaitan dengan materi tersebut.
  • Bobot nilah : UTS 20%, UAS 20%, X 60%
  • Tidak ada kerja kelompok, yang ada hanya tugas individu dan diskusi pada setiap paertemuan.
Apa itu Psikodiagnostik ?

Diagnosis adalah analisis atau kategorisasi assesment scan, sedangkan Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa manusia melalui perilaku yang berinteraksi dengan lingkungan dengan proses belajar sehingga perilaku itu menetap.
Jadi psikodiagnostik adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia yang muncul.

Describe :  menggambarkan suatu masalah.
Explain :  menjelaskan suatu masalah
Predict :  memprediksi
Control :  mengarahkan

Tes Psikologi adalah pengukuran yang objektif dan terstandarisasi dari perilaku.